Pemdes Pulungan — Musyawarah Desa Pembentukan Tim Penyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) Tahun 2027 - 2034 dan Pergantian Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Astama Karya Nawasena yang telah dilaksanakan pada Kamis, 9 Juli 2026 di Balai Desa Pulungan. Langkah strategis ini diambil sebagai fondasi awal untuk menyusun arah kebijakan pembangunan desa dalam sewindu ke depan sekaligus menyuntikkan energi baru pada sektor ekonomi lokal. Forum yang berlangsung demokratis tersebut dihadiri oleh perwakilan tokoh masyarakat, kelembagaan desa, serta unsur perempuan guna menjamin keterwakilan aspirasi publik. Hasil musyawarah menyepakati struktur tim perumus pembangunan dan komposisi anyar manajemen BUM Desa yang diharapkan mampu membawa perubahan signifikan.

"Saya berharap, Tim Penyusun RPJM Desa yang terpilih nanti adalah orang-orang yang memiliki komitmen tinggi, berintegritas, mau bekerja keras, dan memahami betul karakteristik serta potensi yang dimiliki oleh Desa Pulungan serta mari kita kesampingkan ego sektoral atau kepentingan pribadi. Mari kita utamakan kepentingan bersama demi kemajuan desa yang kita cintai ini," tegas Bapak Adi Kusuma (Kepala Desa Pulungan) dalam pidato pengarahannya di hadapan peserta musyawarah, [09/07].
Proses pemilihan Tim Penyusun RPJM Desa dan restrukturisasi BUM Desa Astama Karya Nawasena ini berjalan melalui diskusi yang dinamis namun tetap kondusif. Agenda khusus ini berfokus pada penjaringan figur-figur yang dinilai cakap secara teknis dan memiliki rekam jejak sosial yang baik di lingkungannya masing-masing. Pergantian nakhoda pada BUM Desa juga menjadi sorotan tajam karena unit usaha ini ditargetkan mampu menggali potensi Pendapatan Asli Desa (PADes) secara lebih agresif dari sektor-sektor produktif yang selama ini belum tergarap optimal.
Secara lebih luas, momentum musyawarah desa ini menandai babak baru bagi tata kelola pemerintahan di tingkat akar rumput yang lebih transparan dan partisipatif. Penyusunan dokumen jangka menengah bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan instrumen krusiasi untuk memetakan kebutuhan riil masyarakat mulai dari infrastruktur, pelayanan dasar, hingga mitigasi sosial. Dinamika ini menunjukkan bahwa kesadaran politik dan kepedulian warga Pulungan terhadap masa depan daerahnya kian matang.
Langkah taktis yang ditempuh oleh Pemerintah Desa Pulungan mencerminkan bagaimana tata kelola pemerintahan desa modern seharusnya dijalankan dengan menyeimbangkan perencanaan strategis dan penguatan ekonomi. Reformasi birokrasi dan manajerial dari bawah ini menjadi prasyarat mutlak untuk menjawab tantangan kemandirian fiskal desa di masa depan. Pada akhirnya, keberhasilan agenda jangka panjang ini akan sangat bergantung pada konsistensi pengawalan program oleh seluruh elemen masyarakat. (nis)