Pemdes Pulungan — Pemdes Pulungan bersama masyarakat melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan sempadan sungai pada Minggu, 12 Juli 2026. Kegiatan yang melibatkan perangkat desa dan warga ini merupakan upaya bersama menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kelestarian sungai sebagai aset bersama. Sejak pagi hari, peserta bergotong royong membersihkan sampah, memangkas semak liar, dan menata area di sepanjang bantaran sungai agar lebih bersih, aman, dan nyaman. Aksi nyata ini diinisiasi langsung oleh Pemerintah Desa Pulungan guna mengantisipasi potensi banjir sekaligus menata kawasan hijau di sekitar aliran air.
Gerakan resik-resik ini berfokus pada pengangkutan sampah domestik yang menyumbat aliran air serta perapian vegetasi liar yang mengganggu pemandangan. Warga dari berbagai rukun tetangga tampak antusias membawa peralatan kebersihan mandiri sejak pukul 08.00 WIB. Selain menjaga estetika desa, normalisasi sempadan secara swadaya ini juga bertujuan untuk meminimalisasi sarang nyamuk jelang musim pancaroba. [12/07].
Kepala Desa Pulungan, Bapak Adi Kusuma, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar agenda seremonial bersih-bersih lingkungan. "Kegiatan kerja bakti merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kebersihan sungai bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan gotong royong secara rutin, diharapkan kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan semakin meningkat sehingga kualitas lingkungan desa tetap terjaga," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga ekosistem sungai mencerminkan kembali kuatnya budaya gotong royong yang menjadi fondasi sosial di pedesaan. Di tengah laju modernisasi, kesadaran kolektif untuk merawat fasilitas umum dan alam sekitar seringkali terabaikan. Oleh karena itu, langkah taktis yang diambil oleh warga Desa Pulungan ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi wilayah lain dalam menyikapi isu pemeliharaan lingkungan hidup.
Secara makro, kelestarian sempadan sungai memegang peranan krusial dalam menjaga keseimbangan hidrologi dan mencegah degradasi lingkungan di tingkat daerah. Sungai yang bersih tidak hanya meminimalisasi risiko bencana ekologis seperti luapan air, tetapi juga menjamin ketersediaan air bersih serta menjaga kualitas sanitasi warga. Upaya skala desa ini menjadi bagian penting dari komitmen jangka panjang dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis partisipasi komunitas.(nis)